RED CARD FOR FIFA!

 


Khamid Istakhori bersama brother Ressie S. Fos (Philipina) yang telah berhasil mengorganisir buruh-buruh konstruksi yang bekerja dalam proyek pembangunan stadion-stadion di Qatar dalam rangka menyambut Piala Dunia 2022.

Menurut Ress, kunci sukses pengorganisasian adalah ketika berhasil mengorganisir precarious work (pekerja rentan) dan buruh migran. “Pekerjaan organiser dalam mengornasisasi buruh utamanya di sektor konstruksi sangatlah berbeda dengan buruh di sektor lainnya, inilah yang kemudian menjadi tantangan tersendiri dalam menjalaninya,” tambahnya.

Saat ini, Ress berhasil mengorganisir sekitar 5.000 buruh konstruksi dari Philipina, Nepal, Pakistan, dan berbagai negara Asia lainnya yang bekerja di Qatar.

Dalam pidato sambutannya pagi ini, Sekretaris Jenderal BWI, Ambet Yuson menegaskan bahwa perjuangan BWI di Qatar, berhasil memaksa Qatar untuk menandatangani kesepakatan standard hak buruh konstruksi, perbaikan tempat kerja, dan pemembuatan PKB dengan beberapa perusahaan multi-nasional.

Kampanye “Red Card for FIFA” ini akan terus berlanjut sampai terpenuhinya standard yang layak untuk buruh konstruksi yang membangun berbagai stadion. Olahraga tidak boleh hanya dijadikan ajang bisnis yang mengeruk keuntungan uang dalam jumlah yang besar, tetapi juga harus memperhatikan semua buruh yang bekerja pada rantai produksinya.


Amandla! Power to the People!

Anda mungkin menyukai postingan ini

  1. Untuk menyisipkan sebuah kode gunakan <i rel="pre">code_here</i>
  2. Untuk menyisipkan sebuah quote gunakan <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image">url_image_here</i>
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.