Perayaan 46 tahun LBH Jakarta; “Tetap Kokoh sebagai Garda Depan Pembela Si Miskin yang Buta Hukum!”

 


Jakarta – Bertempat di Lantai 1 Gedung YLBHI, pada tanggal 7 April 2017 diselenggarakan acara peringatan ke-46 Ulang Tahun LBH Jakarta. Acara yang dihadiri tidak kurang 100-an orang tersebut mengambil tema “Refleksi Gerakan Bantuan Hukum di Indonesia”, selain sebagai peringatan ulang tahun juga dimaksudkan untuk mengkonsolidasi ide dan gagasan mengenai bantuan hukum struktural.

Dalam sambutannya, Direktur LBH Jakarta, Alghiffari Aqsha menegaskan bahwa keberadaan LBH Jakarta adalah jawaban atas keterpurukan hukum dan termarjinalkannya kaum lemah di hadapan hukum. Ketika kekuasaan lebih berpihak pemilik modal, maka dipastikan rakyat miskin berada dalam posisi yang lemah dan tidak berdaya. Dengan mengutip Serangkaian kalimat yang terpahat pada batu prasasti yang terletak tepat di pintu masuk kantor LBH Jakarta, Alghif seakan ingin mengingatkan dan mengajak semua yang hadir untuk kembali merefleksikan keberpihakan yang telah dirintis selama ini. “LBH Jakarta, adalah rumah bagi kaum papa dan para pencari keadilan yang terpinggirkan akibat kekuasaan yang menghamba pada kaum modal,” tegas Alghif.

Selain dihadiri oleh Alumni LBH Jakarta dari berbagai angkatan, jaringan LBH Jakarta dan klien acara juga dimeriahkan dengan penampilan musik oleh Diponers 74. Diponers 74 adalah grup band yang diawaki oleh para pengacara publik LBH Jakarta. Hadir pula dalam acara tersebut oleh Bambang Widjojanto. Alumnus LBH Jakarta yang akrab dipanggil BW tersebut dalam sambutannya mengingatkan kepada semua yang hadir untuk tetap bersetia mengawal perjalanan LBH Jakarta. “LBH Jakarta dapat diibaratkan seperti seekor ayam. Selain menghasilkan telur, dia juga menghasilkan kotoran. Artinya, LBH Jakarta telah teruji menghasilkan para pembela hukum yang handal dengan keberpihakan pada kaum lemah, tetapi bukan tidak mungkin ketika sudah tidak di LBH Jakarta, mereka akan berpaling menjadi pengacara koruptor,” kata BW dengan berapi-api.

Pernyataan BW rasanya sangat beralasan, sebab selain banyak alumnus yang berjuang dengan gigih, pada kenyataannya banyak alumnus yang beralih keberpihakan menjadi bagian dari kekuasaan atau bahkan menjadi pembela para koruptor. Peringatan BW, rasanya menjadi sebuah penanda bahwa lembaga ini memang harus dikawal dengan sekuat tenaga.

Yohana Sudarsono, yang hadir mewakili Federasi SERBUK Indonesia menyampaikan apresiasi atas segala prestasi LBH Jakarta serta menegaskan sikap dan komitmen dari Serikat Buruh dalam berjuang bersama. “SERBUK Indonesia mengucapkan selamat ulang tahun ke-46 untuk LBH Jakarta, semoga dapat terus bekerja sama dan menjadi kawan dalam perjuangan,” kata Yohana.