Ikuti kami di Instagram         Tetap Terhubung

530 Siswa STM Pembangunan Temanggung Dukung Hari Pemuda Internasional 2025



Temanggung, Jawa Tengah – Sebanyak 530 siswa dari STM Pembangunan Temanggung secara resmi menyatakan dukungan mereka terhadap perayaan Hari Pemuda Internasional (International Youth Day/IYD) 2025. Perayaan ini digagas oleh Building and Wood Workers’ International (BWI) bersama afiliasinya, SERBUK Indonesia, sebagai momentum global untuk menyoroti peran, tantangan, dan kontribusi pemuda dalam dunia kerja dan pembangunan masyarakat.

Keterlibatan siswa dalam IYD tahun ini bukan sekadar partisipasi simbolis, melainkan langkah nyata sekolah kejuruan untuk menghubungkan pendidikan dengan dunia kerja, serikat pekerja, serta dinamika hubungan industrial di Indonesia.

Pendidikan Vokasi Bertemu Dunia Kerja

Sebagai sekolah menengah kejuruan, STM Pembangunan Temanggung setiap tahun mengirimkan ratusan siswanya untuk mengikuti program magang industri. Magang ini dilaksanakan di berbagai perusahaan di seluruh Indonesia, mulai dari perusahaan manufaktur, konstruksi, hingga sektor energi. Program ini tidak hanya memperkenalkan siswa pada proses kerja profesional, tetapi juga memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana dunia industri beroperasi, lengkap dengan tantangan administratif, teknis, dan sosial di dalamnya.

Namun, pada tahun 2025 ini, sekolah mengambil langkah berbeda. Selain membekali siswa dengan keterampilan teknis, mereka juga ditantang untuk melihat lebih jauh aspek hubungan industrial dan peran serikat pekerja. Hal ini sejalan dengan semangat Hari Pemuda Internasional, yang tahun ini menekankan pentingnya suara dan peran pekerja muda dalam pembangunan.

Magang sebagai Pemberdayaan Pekerja Muda

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri, Laila Fajri Umami, menjelaskan bahwa magang industri harus dilihat bukan hanya sebagai latihan kerja, tetapi juga sarana pemberdayaan siswa sebagai calon pekerja muda.

“Magang industri bukan hanya tentang memahami kompleksitas dunia kerja dan kegiatan administratif, tetapi juga tentang memberdayakan mereka untuk memahami isu-isu utama dan tantangan yang dihadapi pekerja muda,” jelas Laila.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, sekolah menambahkan tugas khusus bagi para siswa magang: mereka diminta mengunjungi, bertemu, dan berdiskusi langsung dengan pemimpin serikat pekerja di lokasi magang masing-masing. Dari proses ini, siswa akan mendapatkan wawasan tentang bagaimana serikat berperan dalam melindungi hak pekerja, memperjuangkan kondisi kerja yang layak, serta membangun solidaritas antarpekerja.

Pengalaman yang diperoleh siswa ini tidak berhenti di tahun berjalan saja. Sekolah berencana untuk mengumpulkan dokumentasi, cerita, dan refleksi mereka, lalu mempublikasikannya sebagai bahan pembelajaran dan inspirasi bagi angkatan berikutnya.

Inspirasi dari Kolaborasi dengan BWI dan SERBUK

Langkah progresif ini berakar dari kolaborasi sekolah dengan BWI dan SERBUK Indonesia. Pada tahun 2024, kedua organisasi tersebut telah menyelenggarakan seminar nasional tentang tantangan pekerja muda. Seminar itu membahas realitas yang dihadapi generasi baru pekerja, mulai dari minimnya perlindungan sosial, kontrak kerja jangka pendek, hingga rendahnya kesadaran akan pentingnya berorganisasi.

Sejak saat itu, STM Pembangunan Temanggung semakin serius dalam mempersiapkan siswa, tidak hanya sebagai tenaga kerja siap pakai, tetapi juga sebagai subjek aktif dalam hubungan industrial.

“Tantangannya bukan hanya kemampuan mereka sebagai calon pekerja, tetapi juga kebijakan pemerintah yang harus ditanggapi. Salah satunya adalah menjadikan serikat pekerja sebagai bagian penting dari hubungan industrial,” pungkas Laila.

Membentuk Generasi Kritis dan Berdaya

Dukungan 530 siswa STM Pembangunan Temanggung terhadap IYD 2025 mencerminkan semangat baru dalam pendidikan vokasi di Indonesia. Sekolah tidak hanya fokus pada keterampilan teknis yang dibutuhkan industri, tetapi juga membangun kesadaran sosial, politik, dan ekonomi di kalangan siswa sebagai calon pekerja muda.

Generasi muda hari ini dihadapkan pada tantangan besar: dunia kerja yang semakin fleksibel tetapi rawan eksploitasi, regulasi ketenagakerjaan yang sering kali berpihak pada pemodal, serta rendahnya tingkat partisipasi anak muda dalam organisasi pekerja. Melalui pendekatan yang menggabungkan pendidikan, pengalaman kerja nyata, dan interaksi dengan serikat pekerja, STM Pembangunan Temanggung berharap dapat melahirkan lulusan yang lebih siap, lebih kritis, dan lebih berdaya.

Momentum IYD 2025: Dari Temanggung untuk Dunia

Perayaan Hari Pemuda Internasional 2025 di STM Pembangunan Temanggung menjadi contoh nyata kontribusi sekolah kejuruan Indonesia dalam agenda global. Dukungan siswa terhadap IYD tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan dalam praktik pembelajaran yang progresif: mengintegrasikan magang industri dengan pembelajaran sosial, serta menghubungkan pendidikan dengan gerakan pekerja.

Dari Temanggung, pesan ini bergema: pemuda adalah masa depan dunia kerja, dan pekerja muda berhak atas kondisi kerja yang adil, layak, serta kesempatan untuk berorganisasi.

Dengan 530 siswa yang terlibat, STM Pembangunan Temanggung tidak hanya mempersiapkan tenaga kerja masa depan, tetapi juga menggembleng pemimpin muda yang siap menyuarakan hak-hak pekerja dan membangun hubungan industrial yang lebih manusiawi di Indonesia.

Serbuk adalah serikat buruh yang di dirikan pada 11 Desember 2013.

Posting Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.