Ikuti kami di Instagram         Tetap Terhubung
Postingan

F SERBUK Indonesia mengecam serangan AS terhadap Venezuela, menyerukan pembelaan hukum internasional dan sistem multilateral

(Photo: Getty Images)

Federasi SERBUK Indonesia bersama afiliasi internasionalnya Building and Wood Workers’ International (BWI) menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat dan pekerja Venezuela serta dengan tegas mengecam tindakan agresi ilegal yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump. Tindakan ini merupakan ancaman serius terhadap hukum internasional, stabilitas kawasan, dan fondasi sistem multilateral itu sendiri.

Setiap aksi militer terhadap negara berdaulat tanpa resolusi PBB yang mengesahkannya merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB, termasuk larangan penggunaan kekerasan (Pasal 2 ayat (4)) serta prinsip kedaulatan, keutuhan wilayah, dan kemerdekaan politik negara. Penculikan seorang presiden yang sedang menjabat dan klaim publik pihak penyerang untuk “mengendalikan” negara lain adalah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap tatanan internasional berbasis aturan.

Sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa kini berada dalam bahaya besar. Normalisasi aksi militer sepihak, pergantian rezim melalui kekerasan, dan pengabaian proses PBB menggerogoti kerangka keamanan kolektif yang dibangun setelah kehancuran Perang Dunia Kedua. Hal ini menciptakan preseden berbahaya bagi semua negara, khususnya di Global Selatan, di mana kemerdekaan, kedaulatan, dan penentuan nasib sendiri diraih melalui perjuangan dekolonisasi yang panjang dan berat. Pada saat yang sama, tindakan tersebut secara mendasar melemahkan hukum internasional sebagai perlindungan kolektif terhadap pemaksaan berbasis kekuatan.

F SERBUK Indonesia memperingatkan bahwa langkah ini akan semakin mengguncang stabilitas Venezuela dan memperdalam kekosongan kekuasaan di negara yang telah lama terpukul oleh sanksi dan kesulitan ekonomi. Sejarah menunjukkan dengan jelas: perubahan rezim yang dipaksakan dari luar dan intervensi militer tidak pernah menghadirkan demokrasi atau keadilan sosial. Contoh Irak dan Libya memperlihatkan konsekuensinya—runtuhnya negara, konflik berkepanjangan, dan penderitaan besar bagi pekerja dan komunitas—bukan transisi demokratis.

Rakyat Venezuela berhak atas masa depan demokratis yang dibangun di atas perdamaian, hak-hak, dan kebebasan fundamental yang ditentukan oleh kehendak mereka sendiri. Jutaan migran ingin kembali ke tanah air dengan aman, sementara para pemimpin serikat pekerja konstruksi masih dipenjara tanpa proses hukum yang semestinya. Hak-hak pekerja dan jaminan demokratis harus dipulihkan untuk membuka jalan yang kredibel menuju pemulihan ekonomi dan kesejahteraan.

Motif geopolitik dan ekonomi di balik agresi ini tampak jelas. Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Upaya merebut kendali atas sumber daya strategis melalui kekerasan bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip PBB bahwa sumber daya alam adalah milik rakyat suatu negara dan harus dikelola demi kepentingan mereka.

Agresi ini merupakan ancaman langsung tidak hanya bagi Venezuela, tetapi juga bagi seluruh Amerika Latin serta perdamaian dan keamanan global. Tindakan ini berisiko memicu ketidakstabilan kawasan yang lebih luas dan menormalkan dunia di mana kekuatan menggantikan hukum. Pengabaian hukum internasional yang sembrono dapat mendorong kekuatan lain bertindak serupa, menyeret dunia menuju era baru peperangan.

Karena itu, F SERBUK Indonesia menuntut:
  1. Penghentian segera seluruh aksi dan ancaman militer terhadap Venezuela.
  2. Penghormatan penuh terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.
  3. Pemulihan dan penguatan sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai satu-satunya kerangka sah untuk menyelesaikan sengketa internasional.
  4. Solusi politik berbasis dialog, penentuan nasib sendiri, dan kehendak rakyat Venezuela, bebas dari paksaan eksternal.
  5.  Pengakhiran langkah-langkah yang menghukum pekerja dan komunitas secara kolektif, termasuk sanksi yang memperparah penderitaan sosial dan ekonomi.
  6. Pemulihan dan penguatan demokrasi di Venezuela, dengan penghormatan terhadap proses hukum dan kebebasan para pemimpin serikat pekerja konstruksi.
Kaum pekerja tidak berkepentingan dengan perang, perampasan sumber daya, atau perusakan hukum internasional. Kepentingan kami adalah perdamaian, martabat, penentuan nasib sendiri, dan sistem multilateral yang melindungi manusia—bukan keuntungan atau kekuasaan.

F SERBUK Indonesia berdiri bersama para pekerja Venezuela, rakyat Amerika Latin, dan semua pihak yang membela tatanan internasional yang adil dan berbasis aturan.

Serbuk adalah serikat buruh yang di dirikan pada 11 Desember 2013.

Posting Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.