Ikuti kami di Instagram         Tetap Terhubung
Postingan

MAY DAY DI JAMBI: 1.200 MASA AKSI SERBUK MENYERUKAN PERLAWANAN!

Sebanyak 1.200 massa aksi dari SERBUK Wilayah Jambi menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Islamic Center Provinsi Jambi. Massa datang dari berbagai kabupaten, dengan sebagian peserta telah berangkat sejak pukul 04.00 pagi dan menempuh perjalanan darat selama 4–5 jam demi mengikuti aksi tersebut.

Koordinator SERBUK Provinsi Jambi, Masta Melda Aritonnang, yang memimpin langsung jalannya aksi, menjelaskan bahwa seluruh proses mobilisasi dilakukan secara mandiri. Pembiayaan aksi berasal dari iuran anggota, penjualan atribut organisasi, serta berbagai usaha kolektif lainnya, dengan dukungan tambahan dari Komite Eksekutif SERBUK.

Dalam aksi ini, massa menyoroti berbagai persoalan yang masih dihadapi pekerja, khususnya di sektor perkebunan. Kondisi kerja yang buruk di perkebunan sawit, lesunya ekspor karet yang berdampak langsung pada tingkat upah, hingga praktik union busting menjadi isu utama yang disuarakan. Selain itu, massa juga mengecam masih terjadinya tindakan represif terhadap pekerja di sejumlah wilayah.

“Ancaman demi ancaman masih kami hadapi. Semua ini adalah konsekuensi dari perjuangan,” tegas Masta Melda Aritonnang dari atas mobil komando.


Sebagai bentuk tuntutan politik, massa aksi membawa spanduk besar yang kemudian ditandatangani oleh peserta. Spanduk tersebut secara simbolik diserahkan kepada perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi sebagai representasi aspirasi kolektif buruh.

Aksi ini juga mendapat dukungan dari BWI Global Union yang turut hadir. Dalam pernyataan resminya, BWI menegaskan bahwa serangan terhadap demokrasi dan hak-hak pekerja cenderung meningkat ketika gerakan serikat buruh melemah. Oleh karena itu, penguatan solidaritas dan tindakan kolektif menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tekanan.

BWI menekankan bahwa kekuatan gerakan buruh terletak pada solidaritas lintas batas baik antarnegara, sektor industri, maupun dalam menghadapi tekanan politik. Sejarah perjuangan buruh, termasuk berbagai kemenangan yang telah diraih, tidak terlepas dari prinsip tersebut. Di tengah situasi di mana hak dan kebebasan kembali mengalami ancaman, solidaritas internasional dinilai harus terus diperkuat dan dipertahankan.

May Day di Jambi tahun ini menjadi penegasan bahwa perjuangan buruh tidak hanya berlangsung di ruang kerja, tetapi juga di ruang publik melalui konsolidasi, keberanian, dan aksi kolektif.

Amandla!
Berani Berjuang, Pasti Menang!

Serbuk adalah serikat buruh yang di dirikan pada 11 Desember 2013.

Posting Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.