“Di Tengah Rezim yang Semakin Ugal-ugalan, Serikat Buruh Harus Semakin Kuat!”
Hidup buruh!Buruh hidup!
Federasi Serikat Buruh Kerakyatan Indonesia (SERBUK Indonesia) menyampaikan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum politik untuk menegaskan kembali arah perjuangan kelas pekerja di tengah situasi nasional yang semakin memburuk.
Seratus empat puluh tahun sejak perjuangan bersejarah kaum buruh pada tahun 1886 di Haymarket, tuntutan dasar seperti kerja layak, upah adil, dan perlindungan hak-hak buruh masih terus diperjuangkan. Hal ini menunjukkan bahwa ketidakadilan struktural terhadap kelas pekerja belum berakhir, bahkan dalam banyak hal semakin menguat.
Saat ini, kami menilai kondisi sosial-ekonomi Indonesia semakin memperlihatkan ketimpangan yang tajam. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai sektor. Harga kebutuhan pokok terus meningkat, sementara upah buruh stagnan dan jauh dari kata layak. Di sisi lain, hak dasar untuk berserikat yang dijamin undang-undang justru kerap dihambat dan dilemahkan.
Lebih jauh, ketimpangan ekonomi yang ekstrem menjadi bukti nyata kegagalan sistem yang ada. Kekayaan segelintir elite ekonomi dan politik terus terakumulasi, sementara mayoritas rakyat, khususnya buruh, semakin terpinggirkan, terjerat utang, dan kehilangan jaminan atas kehidupan yang layak. Kondisi ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan hasil dari kebijakan yang berpihak pada kepentingan pemodal dan mengabaikan kepentingan rakyat luas.
Atas dasar tersebut, SERBUK Indonesia dengan tegas menyatakan sikap:
- Menolak segala bentuk kebijakan yang merugikan buruh dan memperdalam ketimpangan sosial-ekonomi.
- Menuntut segera disahkannya undang-undang ketenagakerjaan baru yang berpihak pada buruh, yang menjamin kepastian kerja, upah layak, serta perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja.
- Menegaskan bahwa kebebasan berserikat adalah hak fundamental yang tidak boleh dihalangi dalam bentuk apa pun.
- Mendorong penguatan organisasi serikat buruh di seluruh sektor, sebagai alat utama perjuangan kolektif kelas pekerja.
- Mengajak seluruh buruh yang belum berserikat untuk bersatu dan bergabung dalam gerakan buruh, guna memperkuat posisi tawar terhadap negara dan pengusaha.
- Menolak praktik kooptasi dan pelemahan serikat buruh, serta menegaskan independensi gerakan buruh dari kepentingan kekuasaan dan modal.
- Menyatakan solidaritas terhadap seluruh pejuang demokrasi yang mengalami represi, serta menegaskan bahwa perjuangan buruh tidak terpisahkan dari perjuangan menjaga demokrasi.
Kami meyakini bahwa kesejahteraan buruh bukan hanya kepentingan buruh semata, tetapi merupakan fondasi bagi kemajuan bangsa. Negara tidak akan pernah benar-benar maju tanpa memastikan kehidupan yang layak bagi kelas pekerjanya.
Oleh karena itu, tidak ada jalan lain selain memperkuat persatuan dan solidaritas. Gerakan buruh harus semakin besar, semakin terorganisir, dan semakin militan dalam memperjuangkan hak-haknya.
SERBUK Indonesia menegaskan: perjuangan ini adalah perjuangan bersama dari kelas pekerja, oleh kelas pekerja, untuk seluruh rakyat Indonesia.
Lawan… lawan… berjuang, berjuang!
SERBUK Indonesia
Berani Berjuang, Pasti Menang!
Hidup buruh!
Hidup rakyat!