KORUPSI MENJERAT KEHIDUPAN BURUH

 

Poster Aksi Buruh Melawan Korupsi

Sebuah Catatan pada Hari Anti Korupsi

Jakarta- 9 Desember 2018, selamat memperingati Hari Anti Korupsi! Sehari lebih awal, kemarin, KPBI menggelar aksi. Tajuknya aksi nasional, yang sudah rutin digelar dua tahun berturut-turut. Karena aksi nasional digelar pada Desember, beririringan dengan momentum besar lainnya, isunya juga beragam. Sebut saja isu anti kekerasan, penculikan aktivis, kelestarian lingkungan, penegakan HAM, dan juga korupsi.

Korupsi, bagi buruh bukan barang baru. buruh memaknai, setiap upaya majikan dan pemerintah untuk mengubah regulasi, mengurangi hak, melanggar normatif, pasti korupsi. Intinya, buruh merasakan jerat korupsi sejak pertama kerja, bahkan jauh sebelumnya sejak mereka sekolah, yang rata-rata Cuma SMA.

Menyambut hari anti korupsi, mendukung pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras kepada Novel, mendukung kerja keras KPK, berikut sedikit cerita, bersumber dari pengalaman nyata buruh perempuan, bekerja di pabrik garmen. Berasal dari Magelang Jawa tengah dan sekarang hidup di Karawang.

Aku Suryanti, Seorang buruh perempuan lulusan SMEA di Magelang, Jawa Tengah, numpang hidup di rumah kakak yang bekerja di pabrik kertas di Karawang, sebab di kotaku tak ada lapangan pekerjaan. Kalau pun ada, upahnya kecil! Untuk bekerja, aku harus mengurus surat ijin domisili dan SKCK di kepolisian, untuk mempercepat proses, aku harus membayar sejumlah uang.

Sesudah itu, atas bantuan tetangga kakakku, aku menemui calo tenaga kerja. Calo ini, biasanya berasal dari: orang Disnaker, orang dalam perusahaan (HRD), aparat desa, tokoh ormas, tokoh parpol yang biasanya mendapat koneksi perlindungan dari aparat polisi/tentara yang menjadi keamanan di pabrik-pabrik. Aku harus menyerahkan uang jaminan sebesar 1-3 juta rupiah, padahal statusnya kontrak 3-6 bulan saja. Akhir bulan, aku menerima upah yang jumlahnya jauh dibawah UMK. Sebagai balas jasa, aku masih harus memberikan service uang rokok itu-itu kepada calo. Kenapa upahnya dibawah UMK? Karena upah padat karya telah mengalami penangguhan.

Dalam bekerja, aku seharusnya mendapatkan 3 stel baju seragam (gratis), tapi kenyataannya aku hanya mendapatkan 2 stel saja dan itu dipotong paksa dari upahnya. Di tempat kerjanya, seharusnya aku mendapatkan peralatan K3 seperti masker, pelindung mata, sarung tangan, sepatu safety dll, tetapi semua barang itu tidak ia dapatkan.

Pada saat aku mengalami haid, sebenarnya hakku dijamin undang-undang berupa istirahat alias tidak diwajibkan bekerja. Tapi tetap saja aku harus bekerja meskipun seluruh badan sakit dan demam. Kenapa? Sebab, tidak masuk bekerja karena haid sama saja tidak produktif dan itu artinya kontraknya terancam putus secepatnya. Upahku juga dipotong kalau tidak kerja.

Apabila buruh diketahui hamil, maka kontraknya diputus sepihak. Teman-temanku banyak yang mengalaminya. Ketika buruh mengadu kepada serikat, yang ada hanya serikat kuning. Serikat buruh kuning bikinan perusahaan hanya mengatakan terima saja nasibmu. Sikapnya lembet sebab mereka sudah mendapat berbagai sogokan. Ketika kesadarannya tumbuh dan mencari solusi dengan membentuk serikat buruh yang lebih berpihak, aku akan dikriminalisasi dengan berbagai tuduhan. Kriminalisasi pasti melibatkan aparat. Ketika kegelisahan di pabrik memuncak, biasanya akan terjadi aksi. Di situlah perusahaan akan meminta bantuan aparat untuk meredam aksi dengan tuduhan mengganggu investasi, menurunkan produktivitas, dan dan mengancam kondusivitas. Sudah bisa ditebak, aparat dibayar untuk melakukan represi.

Ketika buruh tidak puas, pegawai Disnaker akan bilang,ke PHI saja, Pengadilan akan menyelesaikannya. Masuklah kami pada sistem penyelesian kasus melalui PPHI. Di sana sudah menghadang pengadilan dengan hakim yang mudah disogok.Korupsi di pengadilan? Ah itu sudah jamak!

Satu hal lagi, kenapa upah buruh murah? Sebab dalam penyusunannya, ada anggota dewan pengupahan senang berkongkalikong dengan pengusaha dan pemerintah menyepakati UMK yang nominalnya rendah.

Coba hitung, ada berapa jenis korupsi dalam cerita di atas ?

Selamat memperingati Hari Anti Korupsi. Jangan pernah berhenti melawan korupsi!