Rantai Pasok Industri Listrik di Indonesia

 

Bertempat di Tawangmangu, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah, SERBUK Indonesia mengadakan pelatihan selama dua hari (5-6 Oktober 2019) terkait privatisasi listrik dan dampak bagi buruh serta mempelajari rantai pasok sektor konstruksi.

Privatisasi atau lebih tegasnya Penjualan Asset Negara adalah sebuah proses pengalihan hak kepemilikan dari kepemilikan publik ( negara ) ke pemilikan pribadi/perusahaan swasta. Contoh: Beralihnya kepemilikan PT. INDOSAT yang semula milik Indonesia menjadi milik SINGTEL Singapura, melalui penjualan saham model Strategic Sales/Strategic Partner (melalui penjualan ke mitra strategis).

Bagi serikat buruh, pemetaan rantai pasok industri menjadi sangat penting sebagai upaya menegaskan perlawanan atas privatisasi sektor publik, termasuk listrik. Privatisasi, selain menjadikan listrik mahal juga akan menjadikan penguasaan listrik oleh segelintir pemilik modal. Dampak lain? Buruh-buruh akan mendapatkan posisi yang semakin terpojok. Outsourcing di PLN menjadi-jadi dan Pegawai PLN semakin kehilangan hak-hak fundamentalnya.


Terkait dengan sektor konstruksi, SERBUK Indonesia juga memetakan berbagai proyek strategis nasional sektor kelistrikan dengan pembangunan berbagai pembangkit energi listrik yang dikuasai oleh swasta. Buruh-buruh yang bekerja pada sektor konstruksi tersebut, juga mengalami kondisi kerja yang buruk: upah murah, jam kerja panjang, tanpa jaminan sosial, dan ketika mengalami kecelakaan kerja tidak mendapatkan kompensasi apapun.

Edward Miller, Divisi Kampanye BWI RegionalAsia Pasifik, menjadi salah satu pemateri terkait dengan skema pembiayaan internasional untuk berbagai proyek strategis tersebut. Peserta yang hadir berasal dari Jepara, Demak, Kudus, Banyuwangi, Solo, Karawang, Yogyakarta, Semarang, dan Karanganyar.