Pelatihan Kesetaraan Gender: Ciptakan Inklusi Sosial di Serikat Pekerja!

Jakarta, 8-9 Agustus 2022, bertempat di ruang Batavia Hotel Orchardz Jayakarta, Jakarta Pusat, berlangsung pelatihan kesetaraan gender dan inklusi sosial bagi pimpinan serikat pekerja. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara Perempuan Mahardika dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI).

Dilansir dari wikipedia, kesetaraan gender adalah pandangan bahwa semua orang harus menerima perlakuan yg setara dan tidak didiskriminasi berdasarkan identitas gender mereka yang bersifat kodrati. "Sebelum berbicara tentang kesetaraan gender, maka kita harus paham dulu apa itu gender dan apa bedanya gender dengan seks atau jenis kelamin?" ujar Wahyu, Fasilitator yang juga seorang dosen dari IAIN cirebon mengawali. "Pada hari pertama ini kita akan membedah apa itu gender dan cara menganalisis gender serta korelasinya di kehidupan sehari-hari" lanjutnya.

Berbicara tentang gender tentu tidak akan terlepas dari seks atau jenis kelamin, namun gender itu bukanlah seks atau jenis kelamin. "Seks atau jenis kelamin adalah sesuatu yang bersifat kodrati, pemberian tuhan, tidak bisa dipertukarkan, bersifat universal, dan terjadi di semua tempat. Tidak hanya di satu wilayah saja. Contohnya, laki-laki memiliki testis dan perempuan memiliki vagina. Sedangkan gender adalah perilaku yang tercipta karena pengaruh lingkungan, kebudayaan, dan tradisi yang turun-temurun. Contohnya, perempuan mengurus rumah dan laki-laki mencari nafkah atau bekerja," terangnya.


Korelasi kesetaraan gender dengan serikat pekerja adalah menciptakan suatu lingkungan yang setara antara perempuan dan laki-laki mengenai hak untuk mendapatkan pengembangan diri. Pimpinan atau pengurus serikat harus mampu menciptakan lingkungan yang mendukung terhadap kesetaraan gender, termasuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anggota perempuan untuk memimpin organisasi yg umumnya sering diisi oleh anggota laki-laki.

Sementara itu, di lingkungan kerja penting untuk bisa meminimalisir bahkan menghilangkan pandangan 'ini pekerjaan perempuan dan ini pekerjaan laki-laki' karena ketika berbicara tentang kesetaraan gender, maka baik perempuan maupun laki-laki harus memiliki kesempatan kerja yang sama tanpa ada diskriminasi.

Di hari Kedua, pelatihan membahas lebih mendalam tentang kasus-kasus kesetaraan gender mulai dari lingkungan keluarga, tempat kerja, hingga sosial masyarakat. Kesadaraan akan kesetaraan gender bisa dimulai dari diri sendiri. Aktifitas memasak, mencuci, dan mengurus rumah bukan hanya pekerjaan perempuan. Laki-laki pun harus mampu melakukannya. Mencari nafkah, bekerja, bahkan memimpin serikat pekerja juga bisa dilakukan oleh perempuan. Lebih jauh, dalam hubungan industrial, aturan-aturan yang disepakati oleh serikat pekerja dan pengusaha yang diberlakukan haruslah memenuhi asas kesetaraan gender. (An)