Program pendidikan dasar ini dirancang sebagai fondasi awal bagi anggota serikat untuk memahami peran, fungsi, serta urgensi organisasi serikat buruh dalam memperjuangkan dan melindungi hak serta kepentingan pekerja. Sepanjang kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan terlibat aktif dalam diskusi, menandakan besarnya kebutuhan akan ruang-ruang pembelajaran yang sistematis dan relevan dengan realitas ketenagakerjaan.
Memahami Sejarah dan Dinamika Gerakan Buruh
Materi pertama disampaikan oleh Fajar Setyo Nugroho, yang mengulas secara komprehensif sejarah perjuangan serikat buruh, dinamika gerakan, hingga tantangan kontemporer yang dihadapi buruh di Indonesia. Sesi ini menekankan pentingnya pemahaman historis sebagai bekal membangun kesadaran kolektif dan strategi perjuangan yang berkelanjutan.Pengantar Advokasi sebagai Alat Perjuangan
Sesi berikutnya difasilitatori oleh Britha Dian Mahanani, yang membawakan pengantar advokasi. Materi ini memberikan gambaran dasar mengenai strategi dan langkah-langkah advokasi yang dapat digunakan serikat buruh dalam menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan, mulai dari perundingan hingga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.Pendidikan sebagai Fondasi Organisasi
Kegiatan pendidikan dasar ini secara resmi dibuka oleh Sumarno, Wakil Ketua Umum Federasi SERBUK. Dalam sambutannya, Sumarno menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi utama dalam gerakan buruh. “Pendidikan dasar ini bertujuan memberikan pemahaman awal mengenai sejarah dan dinamika perjuangan serikat buruh, sehingga ke depan anggota mampu berorganisasi dan berjuang secara kolektif, terarah, dan berkelanjutan,” ujarnya.Melalui penyelenggaraan pendidikan dasar ini, Federasi SERBUK berharap SBA baru semakin solid, memiliki kesadaran organisasi yang kuat, serta siap terlibat aktif dalam perjuangan meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan hak-hak pekerja. Pendidikan sebagai pondasi strategis untuk membangun kekuatan buruh yang berpengetahuan, dan berkesadaran.