Ikuti kami di Instagram         Tetap Terhubung
Postingan

Pendidikan Buruh: Pondasi Utama Organisasi yang Kuat dan Berkesadaran

 

Dalam sejarah panjang gerakan buruh, pendidikan selalu menjadi fondasi utama bagi lahirnya organisasi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Organisasi buruh bukan sekadar wadah berkumpulnya pekerja, tetapi ruang kolektif untuk membangun kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan perjuangan kelas pekerja. Tanpa pendidikan yang terstruktur dan berkesinambungan, organisasi buruh berisiko kehilangan arah, mudah terfragmentasi, dan rentan terhadap kooptasi.

Pendidikan sebagai Basis Kesadaran Kelas

Pendidikan buruh berperan penting dalam membentuk kesadaran kelas (class consciousness). Mengacu pada pemikiran Karl Marx kesadaran kelas tidak tumbuh secara otomatis dari pengalaman kerja semata, melainkan melalui proses pembelajaran kolektif yang kritis. Pendidikan memungkinkan buruh memahami relasi produksi, struktur kekuasaan dalam hubungan industrial, serta posisi mereka dalam sistem ekonomi-politik.

Tanpa pemahaman tersebut, persoalan perburuhan kerap dipersempit menjadi masalah individual, bukan sebagai persoalan struktural yang membutuhkan perjuangan kolektif.

Memperkuat Organisasi dan Kaderisasi

Pendidikan adalah jantung kaderisasi organisasi buruh. Melalui pendidikan, organisasi menyiapkan kader yang tidak hanya militan, tetapi juga memiliki kapasitas analisis, kemampuan advokasi, dan keterampilan mengorganisir. Pendidikan yang sistematis akan menciptakan regenerasi kepemimpinan, mencegah ketergantungan pada figur tertentu, serta memperkuat demokrasi internal organisasi.

Sama halnya Federasi SERBUK Indonesia, pendidikan buruh menjadi sarana penting untuk memperkuat basis anggota lintas sektor, termasuk sektor perkayuan, sektor kelistrikan, sektor konstruksi dan sektor-sektor rentan lainnya yang menghadapi eksploitasi dan ketidakpastian kerja.

Pendidikan sebagai Alat Perlawanan Struktural

Paulo Freire menegaskan bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang membebaskan. Dalam konteks buruh, pendidikan tidak boleh bersifat indoktrinatif atau sekadar transfer pengetahuan satu arah. Pendidikan buruh harus bersifat dialogis, berangkat dari pengalaman nyata anggota, dan diarahkan untuk membangun keberanian untuk mewujudkan keadilan bagi buruh.

Melalui pendidikan, buruh mampu:
  • Belajar tentang sejarah panjang perjuangan buruh
  • Mengenali pelanggaran norma ketenagakerjaan
  • Memahami hak dan kewajiban dalam hubungan kerja
  • Mengorganisir diri untuk advokasi dan perundingan kolektif
  • Membangun solidaritas lintas sektor dan generasi

Relevansi Pendidikan Buruh di Tengah Tantangan Zaman

Di tengah fleksibilisasi tenaga kerja, sistem kerja kontrak, outsourcing, dan digitalisasi, tantangan buruh semakin kompleks. Tanpa pendidikan yang adaptif dan kontekstual, organisasi buruh akan tertinggal dari perubahan zaman. Pendidikan menjadi alat strategis untuk merespons kebijakan negara, serta dinamika global yang berdampak langsung pada kehidupan buruh.

Pendidikan bukan kegiatan runtinitas biasa, melainkan pondasi utama organisasi buruh. Organisasi yang kuat lahir dari anggota yang sadar, kritis, dan terdidik. Oleh karena itu, memperkuat pendidikan buruh berarti memperkuat masa depan perjuangan buruh itu sendiri.

Federasi SERBUK Indonesia meyakini bahwa investasi terbesar dalam gerakan buruh adalah pendidikan karena dari sanalah kesadaran tumbuh, solidaritas menguat, dan perjuangan berkelanjutan dapat diwujudkan.
(Wahyu Nur Huda - Koordinator Departemen Pendidikan Federasi SERBUK Indonesia)
Serbuk adalah serikat buruh yang di dirikan pada 11 Desember 2013.

Posting Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.